KLIK DISINI

Informasi Penerimaan Anggota Baru

Loading...

Jumat, 01 Februari 2019

Pemuda Islam

PARA PENEGAK KEBENARAN



PARA PENEGAK KEBENARAN

عَنْ ثَوْبَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ [رواه البخاري ومسلم وأبو داود والترمذي]

Dari Tsauban r.a, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw : “Akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang selalu tegar menegakkan kebenaran, tiada membahayakan mereka orang-orang yang merendahkan mereka, sehingga datang urusan Allah sedang mereka tetap dalam kondisi seperti itu”. (HR. Al Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan At Tirmidzi).


Keazalian Al-Haqq (Kebenaran)

Al-Haqq yang disebut oleh hadits ini artinya adalah kebenaran (Dinul Islam) lawan dari batil.

Al Haqq itu adalah qadim dan azali (terdahulu dan sejak semula), sedangkan kebatilan itu datang kemudian. Maka Allah adalah Maha Benar. Firman-Nya :
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ

“Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq…..” ,(QS.Al-Hajj [22]:6).

وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ

“Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)”. .(QS.Al Ahzab [33]:4).

Dan alam ini pun diciptakan dengan kebenaran. Sebagaimana firman-Nya :

وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ

“Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran….” .(QS. Al Jatsiah [45]:22).

Allah Maha Benar, Allah mengatakan yang sebenarnya, segala yang diciptakan dan yang yang datang dari Allah adalah benar. Sehingga dengan demikian manusia tidak tersesat dari :

·         Mengenal Rabb-nya
·         Hal-hal yang wajib mereka lakukan terhadap-Nya
·         Kebenaran yang karenanya mereka diciptakan.

Untuk itulah Allah mengutus Rasul-Nya kepada manusia agar : memperkenalkan kepada mereka akan kebenaran, yaitu :

·         kepada Allah swt, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya
·         bagaimana cara ibadah kepada-Nya

Dan memperkenalkan kepada manusia tentang :

·         Dasar diciptakannya alam semesta
·         Diri mereka sendiri
·         Perputaran dan liku-liku kehidupannya, dan
·         Tempat kehidupan manusia setelah di dunia yang fana ini.

Kesinambungan Risalah dalam Menyampaikan Kebenaran

Cahaya kebenaran tidak pernah redup apalagi padam di muka bumi ini sepanjang sejarahnya. Manusia dari Nabi yang pertama, Adam a.s. telah diperkenalkan oleh Allah swt kepada kebenaran. Firman-Nya :

وَعَلَّمَ آدَمَ الأَسْمَاء كُلَّهَا
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya,……(QS. Al Baqatrah [2]:31).

Kemudian setelah itu manusia tersesat jalan, lalu Allah mengutus Nabi Nuh a.s. untuk meluruskan kembali jalan hidup manusia dengan menyampaikan seruan :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?". (QS. Al Mu’minun [23]:23).

Diutusnya para Rasul adalah secara terus menerus dan berkesinambungan  hingga Rasul yang terakhir, Muhammad saw. tujuannya untuk menyampaikan kebenaran dan agar manusia tetap konsisten dalam kebenaran.  Firman-Nya :

ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا كُلَّ مَا جَاء أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ

“Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain . Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman”. (QS.23:44)



Ummat Islam adalah Pewaris Kebenaran

Nabi Muhammad saw adalah Rasul terakhir yang diutus oleh Allah swt untuk membawa pelita kebenaran dan hidayah. Beliau datang dengan cahaya yang terang benderang, yang menerangi segala sudut kegelapan, menghidupkan hati yang mati,  dan memperbaiki para hamba, bangsa dan Negara. Allah swt berfirman

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِن جَعَلْنَاهُ نُورًا نَّهْدِي بِهِ مَنْ نَّشَاء مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.(QS. Asy-Syura [42]:52).

Risalah Islamiyah yang dibawa oleh Rasul terakhir ini sangat sempurna dan sangat istimewa dibandingkan dengan risalah-risalah sebelumnya, karena risalah Islamiyah ini diperuntukkan buat semua manusia` di sepanjang masa, sedangkan risalah sebelumnya diperuntukkan buat kaum tertentu dan masa tertentu pula. Allah berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”. (QS.Saba [34]:28).

Terhadap Risalah Islamiyah ini Allah swt memberikan garansi atau jaminan akan selalu dijaga dan dipelihara-Nya. Firman-Nya :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya .(QS. Al Hijr [15]:9).

Dengan adanya jaminan ini, maka Risalah Islamiyah ini akan tetap eksis, bersinar dan berlaku sepanjang masa hingga datangnya hari kiamat nanti.
Kelompok Yang Memperoleh Pertolongan

Kebenaran yang dikandung oleh Al Qur’an dan Sunnah, yang tercatat di atas lembaran-lembaran kertas itu, tidak berarti apa-apa dan tidak akan pernah tampak kebenarannya, jika tidak diimplementasikan  dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Al Haqq atau Kebenaran itu tidak akan menjadi hujjah untuk menegur, menghukum dan membuat jera orang-orang yang berprilaku menyimpang.
Oleh sebab itu, maka ummat Islam ini disifati oleh Allah swt sebagai saksi bagi keseluruhan ummat manusia. Firman-Nya :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia….”  (QS. Al Baqarah [2]:143).

Syuhada  atau kesaksian  atas manusia ini ialah dengan balaghah, yaitu menyampaikan keterangan yang nyata, dan memberikan keterangan ini dapat terwujud dengan :

1.      Ucapan,  yaitu memberikan penjelasan, pengertian, pemahaman, menyampaikan hujjah, berda’wah dan berdiskusi.

2.      Perbuatan,  yaitu dengan melaksanakan ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan, ibadah, mu’amalah dan akhlaq, dalam kehidupan pribadi dan masyarakat.

Dalam salah satu hadits yang dinukil oleh pengarang kitab Al-Mau’izhatul hasanah, Rasulullah saw bersabda :

لاَ زِلْتُمْ مَنْصُوْرِيْنَ عَلَى أَعْدَائِكُمْ مَا دُمْتُمْ مُتَمَسِّكِيْنَ بِسُنَّتِى, فَإِنْ خَرَجْتُمْ عَنْ سُنَّتِى سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ مِنْ أَعْدَائِكُمْ مَنْ يُخِيْفُكُمْ  فَلاَ يُنْزَعُ الْخَوْفُ مِنْ قُلُوْبِكُمْ حَتَّى تَعُوْدُوْا إِلَى السُّنَّةِ

“Kamu sekalian akan senantiasa ditolong oleh Allah untuk mengalahkan musuh-musuh kamu, selama kamu berpegang teguh dengan sunnahku. Tetapi jika kamu sudah keluar dari sunnahku, maka Allah akan menjadikan kamu dikuasai oleh musuh-musuhmu, yaitu orang-orang yang menakut-nakuti kamu; kamu dan rasa takut itu tidak akan dicabut dari hatimu hingga kamu kembali kepada Sunahku”.( Munawar Khalil, kembali kepada al Qur’an dan as Sunnah, hal. 95).

Berpegang teguh kepada sunnah pasti ditolong. Berpisah dari sunnah pasti binasa? Ini adalah konsekuensi logis.

Hadits ini sejalan dengan hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam hadits yang panjang. Kita kutipkan sebagian isinya :

... وَلَمْ يَنْقُضُوْا عَهْدَ اللهِ وَعَهْدَ رَسُوْلِهِ إِلاَّ سَلَّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوْا بَعْضَ مَا فِى أَيْدِيْهِمْ......

“.....dan tidaklah mereka itu menyalahi akan janji Allah dan janji Rasul-Nya, melainkan Allah pasti menjadikan kamu dikuasai oleh musuh, lalu mereka (musuh) itu mengambil apa yang ada pada tangan mereka....”

Rasulullah saw mengultimatum bahwa bila ummat Islam telah berpaling dari Sunnahnya, mereka tidak lagi termasuk ummatnya. Karena itu sangat wajar kalau mereka tidak mendapat pertolongan dari Allah. Imam Muslim meriwayatkan dari Anas :

مَنْ رَغِبَ عَن سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنَّى

“Barangsiapa tidak suka/berpaling dari sunnahku, maka ia bukan dari umatku.(HR. Muslim).

Musuh Islam itu satu, yaitu orang kafir, hanya  jumlah dan kelompoknya banyak sekali, ada yang melancarkan perang panas dan ada pula dengan perang dingin. Keduanya cara itu akan selalu dilancarkan oleh mereka. Serangan orang kafir dengan perang panas secara kasat mata kita melihat, menyaksikan dan merasakannya bagaimana besarnya permusuhan orang-orang kafir kepada kaum muslimin. Sampai hari ini pembantaian kaum muslimin oleh orang-orang kafir terus berjalan dengan leluasa.

Sedangkan perang model kedua, yaitu perang dingin, secara kasat mata pula kita temui lewat gerakan-gerakannya : Misalnya : Zionisme, Salibisme, yang gencar melakukan serangan dan pemurtadan lewat jalur kebudayaan, pendidikan, perkawinan, perekonomian, dan lain sebagainya.

Di samping itu kita jumpai pula gerakan Nativisme yang berusaha menghidup-hidupkan kembali budaya dan tradisi nenek moyang yang paganis, animis dan dinamistis, meggali dan mempelajari sejarah mereka lalu dijadikan sebagai suri teladan; sedangkan sejarah Islam, sejarah para Nabi, sejarah khulafaur rasyidin, sejarah para sahabatnya yang saleh, dan para ulama serta tokoh-tokohnya dilupakan sehingga tidak lagi dijadikan uswah hasanah.

Kemudian kita jumpai juga gerakan sekularisme yang hendak memisahkan atau memingirkan agama dari seluruh aspek kehidupan duniawi. Mereka mendengungkan bahwa agama hanyalah urusan individu tidak boleh dibawa-bawa pada kehidupan sosial.

Selain itu, terdapat pula gerakan liberalisme yang mengusung Sinkretisme dan Pluralisme dan inklusif yang mengajarkan bahwa semua agama itu sama baiknya sehingga dengan demikian lemahlah ghirah diniyah kaum muslimin dan menyebabkan mereka begitu mudah pindah agama.

Tetapi,  di dalam haditsnya yang kita bahas kali ini Rasulullah saw memberi kabar gembira kepada kita bahwa :

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ أَمْرُ

“Akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang selalu tegar menegakkan kebenaran, tiada membahayakan mereka orang-orang yang merendahkan mereka, sehingga datang urusan Allah sedang mereka tetap dalam kondisi seperti itu”

Mereka selalu berpegang kepada kebenaran dan mengamalkannya serta menyeru manusia kepadanya. Merela selalu membelanya dan rela berkurban untuknya, sehingga Allah memberikan pertolongan kepada mereka karenanya. Maka dengan demikian terwujudlah kesinambungan dan keabadian kebenaran itu.

Apakah bentuk kemenangan kelompok ini?

Tidak disangsikan lagi bahwa kemenangan yang diraih Thaifah Manshurah ini adalah :

1.      Kemenangan dalam medan perang. Tetapi kemenangan ini bukan hanya dalam bentuk seperti itu saja, melainkan dapat juga diraih dalam bentuk lain, seperti .

2.      Kemenangan diplomasi dan argumentasi.  Allah Berfirman :

وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَى قَوْمِهِ

“Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya”. .(QS.6:83).

3.      Kemenangan dalam konsistensi pada kebenaran dalam menghadapi isme-isme yang merusak, dengan tiada beranjak dari kebenaran itu barang setapak pun. Allah berfirman :

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّن قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

“Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merobah (janjinya),(QS.33:23).

Karakteristik Thaifah Manshurah

Thaifah Manshurah ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

(1). Menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai way of life, jalan hidup, dan mereka tidak mau menggantinya dengan yang lain, sebagai pelaksanaan dari firman Allah swt :

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) , karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa”.(QS.6:153).

(2). Di antara realisasi dari ciri yang pertama, ialah menjauhi semua aliran dan madzhab tertentu (tidak fanatik madzhab) dan mengingkari semua jalan hidup yang tidak Islami. Sebagaimana firman Alah swt :

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. .(QS.2:256)

(3) Mempunyai pengertian yang benar tentang Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan prinsip-prinsip yang diakui oleh Salafus Shalih baik dari kalangan sahabat maupun orang-orang yang mengikuti sepak terjang mereka dengan baik. Rasulullah saw pernah ditanya tentang Firqah Najiyah (golongan yang selamat). Beliau bersabda :

مَنْ كَانَ عَلَى مِثْلِ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَ أَصْحَابِى الْيَوْمَ

“Yaitu orang-orang yang berpegang pada apa yang aku pegangi dan dipegangi oleh shahabat-shahabatku hari ini”.

Dan sabda beliau lagi :

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ

“Hendaklah kamu berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khalifatur rasyidin”.

(4) Konsisten dan komitmen pada kebenaran pada saat bagaimana pun. Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
 Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu"(QS. Fushshilat [41]:30)

وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.(QS.57:16).

(5) Selalu membela kebenaran, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan sebagai implementasi dari firman Allah swt :

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; mereka adalah orang-orang yang beruntung.(QS.3:104)

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.(QS.3:110).

Apakah kita memiliki karakteristik ini pada hari ini? Kalau sekarang kita tidak memilikinya kapan lagi?

Fiqih Hadits :

1.                  Islam adalah agama Allah yang dijamin akan dipelihara dan dibela-Nya.
2.         Wujudnya pembelaan Islam dengan adanya kelompok manusia yang mengimani Islam dan berjuang pada jalannya.
3.          Pada setiap saat akan selalu ada sekelompok orang mukmin yang mengamalkan Islam dan berjuang pada jalannya, sampai hari kiamat datang.
4.       Tidak mungkin seluruh ummat Islam mengakui faham yang menyimpang dan peraturan-peraturan yang batil.
5.                  Setiap muslim dituntut untuk menjadi pembela kebenaran.
6.                  Islam adalah jalan kita untuk memperoleh pertolongan Allah, dan semua orang yang berusaha menjauhkan umat islam dari Islam adalah musuh-musuh Islam dan ummatnya.
7.       Kebenaran tidak menjadi sirna karena sedikitnya pendukungnya, dan kebatilan tidak akan menjadi terhormat karena banyaknya pengikutnya.
8.    Hadits yang kita kaji pada kesempatan ini merupakan muljizat Rasululah saw yang memebritahukan tentang sesuatu yang akan terjadi.