Manusia merupakan makhluk Ilahi yang tidak bisa hidup dalam kesendirian. Untuk mempertahankan eksistensi hidupnya, dia memerlukan uluran tangan orang lain. Salah seorang intelektual dan pemerhati masalah social Yunani , Aris Toteles mengatakan bahwa manusia itu Homo Homunilupus ; “Makhluq yang tidak bisa hidup sendiri”. Ibnu Kholdun, salah seorang ulama dan intelektual Islam menyebutnya sebagai Makhluq Ijtima’I ; “Makhluq Sosial” dan Mohammad Natsir mengenalnya dengan istilah Social Being yang pada akhirnya memiliki arti sama yaitu bahwa manusia itu tidak akan bisa dan tidak akan mampu mengatasi persoalan kehidupan ini secara individualistis.
Oleh karena manusia merupakan makhluk social yang akan selalu berintaeraksi dengan masyarakat dan lingkungan, maka tentunya keinginan dan tujuan hidup mereka pun tidak bisa mereka raih dengan tangan mereka sendiri. Dalam hal ini, “kerjasama” adalah merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan keinginan dan tujuan hidup manusia.
Namun demikian, kerjasama juga tidak akan cukup kalau tidak ditata dengan rapih. Keinginan dan tujuan hidup bisa diraih melalui sebuah proses kerjasama dengan catatan, bahwa kerjasama itu dilakukan dengan penataan yang tertib dan terarah. Pola seperti itu dapat ditemukan dalam organisasiA. Memahami organisasi
Chester I. Bannard mengatakan Organization as a system of cooperative activities of two or more person “Organisasi adalah suatu system mengenai usaha-usaha kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih”.
Sementara James D. Mooney mendefiniskan, Organization is the form every human association for the attainment of a common purpose “Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan (perkumpulan) manusia untuk mencapai suatu maksud bersama”.
F.E. kast dan J.E.Rosenzweig mendefinisikan organisasi sebagai penyusunan dan penyatuan berbagai kegiatan orang-orang yang bekerjasama di dalam suatu hubungan yang saling ketergantungan.
Dengan melihat ketiga definisi organisasi di atas, maka setidaknya dapat ditarik sebuah pengertian universal bahwa organisasi itu “merupakan pola kerjasama orang-orang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Atau diartikan juga sebagai kerjasama orang-orang atau sekelompok orang dengan menggunakan dana, alat-alat teknologi serta mau terikat dengan peraturan-peraturan dan lingkungan tertentu supaya dapat mengarah kepada pencapaian tujuan yang diinginkan”.
B. Dasar organisasi
Yang menjadi dasar dalam organisasi adalah bukan “Siapanya”, akan tetapi “Apanya”, yang berarti bahwa yang dipentingkan adalah bukan SIAPA orangnya yang akan memegang organisasi, tetapi APAKAH tugas pekerjaan dari organisasi itu ?
Kalau kita sudaha tahu apa tugasnya organisasi, barulah kita mencari orang-orangnya yang akan memegang/memimpin organisasi itu. Janganlah sebaliknya (mencari orang-orangnya dulu, baru membentuk organisasi), karena mungkin akan terjadi kekurangan formasi, sehingga diadakan formasi baru yang sesungguhnya tidak perlu.
Setelah melihat pengertian organisasi yang telah diuraikan di atas, maka organisasi itu paling tidak memiliki empat unsur pokok, yaitu :
- Goals –Oriented : Tertuju pada pencapaian tujuan.
- Psycosocial system : Orang-orang berhubungan yang satu dengan yang lainnya di dalam dalam kelompo kerja.
- Structured Activities : Orang-orang bekerjasama dalam suatu hubungan yang terpola.
- Technological system : orang-orang bekerjasama dengan mempergunakan pengetahuan dan teknologi
D. Model/tipe organisasi
Secara umum, ada beberapa bentuk organisasi yang kita kenal. Diantaranya :
- Line Organization
Ialah suatu bentuk organisasi dimana pimpinan dipandang sebagai sebagai sumber kekuasaan tunggal, segal keoutusan/kebijaksanaan dan tanggung jawab ada pada satu tangan, dengan ciri bahwa pimpinan organisasi tunggal dan garis komando ke bwah sangat kuat.
- Staff Organization
Suatu organisasi yang hanya mempunyai hubungan dengan dengan pucuk pimpinan dan mempunyai fungsi memberikan bantuan baik berupa pemikiran maupun yang lain demi kelancaran tugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan.
- Line and Staff Organization
Adalah sebuah organisasi dimana pimpinan dibantu oleh staff dan ada kesatuan komando dan staff memiliki wewenang untuk memberikan bantuan/advice(masukan) dan petunjuk.
- Bentuk Panitia (Committee)
Bentuk organisasi dimana pimpinan berbentuk collegal: terdiri dari beberapa orang, segala keputusan diambil dalam suatu quorum dan menjadi tanggung jawab bersama.
Semoga bermanfaat... (Admin)
